Pondok Pesantren Alma Asy-Syauqy semakin menyesuaikan diri dengan perubahan zaman melalui acara yang bertajuk “Menemukan Potensi Diri: Santri Kreatif di Era Digital Globalisasi”. Acara ini diadakan oleh dosen Ilmu Komunikasi dan Hubungan Internasional dari Universitas Peradaban, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, sebagai wujud sumbangsih dari akademisi untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing santri di era digital pada Selasa, 27 Januari 2026.
Dalam perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, santri dituntut untuk tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang relevan di abad ke-21, seperti kemampuan digital, komunikasi yang baik, berpikir kritis, dan kreativitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai pentingnya pengembangan diri di tengah perubahan global dan perkembangan digital yang cepat. Di era digital ini, santri tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang mendalam, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, kreatif, dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
Narasumber workshop juga menekankan bahwa santri memiliki keterampilan sosial dan nilai-nilai etika yang kuat untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Dengan menggunakan media digital secara bijaksana, santri dapat menyampaikan ide-ide, kreativitas, dan pesan-pesan positif yang berlandaskan pada ajaran Islam, baik di lingkungan lokal maupun tingkat internasional.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan tentang literasi digital, peran komunikasi yang strategis, kesempatan yang dimiliki santri di bidang industri kreatif, serta tantangan global yang harus dihadapi oleh generasi muda saat ini. Selain menyampaikan materi, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif melalui diskusi dan refleksi pribadi, agar santri dapat lebih memahami potensi dan minat yang mereka miliki. Disamping itu juga, narasumber memberikan output nyata berupa praktek dalam content-creator.
Pihak pesantren Alma Asy-Syauqy menyambut baik kegiatan ini dan berharap bisa menjadi langkah awal untuk mendorong santri agar tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif di era digital dan global. Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung terus menerus sebagai bagian dari penguatan kemampuan santri dalam menghadapi tantangan di masa depan.(*)

Posting Komentar